Tampilkan postingan dengan label ~TUGAS~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ~TUGAS~. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Sammy's Adventures: The Secret Passage




SAMMY’S ADVENTURE

Sammy, a sea turtle, hatches on a deserted beach and tries to climb out of the hole where he hatched. Being caught by a seagull, he struggles for his life and manages to escape, as the seagull clashes in the air with another seagull, also carrying its prey, who turns out to be a female hatchling sea turtle, Shelly.
Sammy falls onto an old raft and gets carried into the open ocean, losing Shelly. In the ocean he meets another hatchling, Ray, who tells him the story of a "turtle paradise" on an island called "Lapagos", and they together start their voyage there. Later, the two get caught by trawls. Sammy is released back into the sea by the fishermen, but loses Ray.
Washed onto the shore in California, he is picked up by a hippie woman and lives as a pet in the hippie commune with Vera, another female sea turtle, who is older than Sammy, and Catoff, a cat, who claims to be French. On a Christmas evening the hippies draw a peace sign on his shell to sign him as the peace ambassador. When the hippies see that Sammy and Vera will not mate, they release Vera. The police evicts the hippie commune from the beach, and Sammy decides to return back to the sea.
There he meets Vera and a young female sea turtle who is attacked by a shark. Vera and Sammy save the turtle who turns out to be Shelly, his childhood friend. They decide to travel together to the paradise islands, but Shelly gets lost in the sea.
Vera tells Sammy to swim to the "cold waters". Sammy finds an old refrigerator drawn by the humans and uses it to travel to Antarctic. A gull he meets on his journey tells him that the paradise island can be only be reached through a "secret passage where the fresh waters run". In the Antarctic waters Sammy meets a fin whale who barely escapes a harpoon from a whaling ship.
The harpoon destroys the refrigerator, but Sammy is saved by the anti-whaling protesters and placed into the sea animal shelter where he finds Shelly, Catoff and people from the hippie commune (who now work in the shelter). The ex-hippie recognize the peace sign on Sammy's shell.
Shelly and Sammy are released into the ocean. They decide to find the secret passage and use it to travel to the paradise island. They manage to find the passage (which turns out to be Panama Canal) but get separated as they try to pass a lock. As he searches Shelly, Sammy encounters two sea turtles that urge him to help their friend who got trapped in an intermodal container. Sammy rescues the turtle, who turns out to be his old friend Ray. They swim together to a wrecked Spanish galleon where Ray lives with Rita, his girlfriend.
Being told about Shelly, Rita remembers her and advises Sammy to search for her in the galleon. Sammy finds Shelly being courted by another sea turtle. Disappointed and upset, Sammy returns to his friends only to find out that the turtle who courted Shelly is a playboy but has a strong relationship with another female. Together with Ray and Albert, a shark who lost his teeth, they set up a fake shark attack on Shelly to let Sammy save her again and win her heart. Shelly and Sammy then reunite and, along with Ray and Rita, return to the beach they hatched.
The closing scene of the movie shows Sammy helping one of his new-hatched grandsons to climb out of the hole.

»»  BACA SELENGKAPNYA.....

Selasa, 15 November 2011

Tenses



16 Verbal sentences

No
Tenses
Patterns
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Present tense
Present continious tense
Present perfect tense
Present perfect continious tense
Past tense
Past continious tense
Past perfect tense
Past perfect continious tense
Future tense
Future continious tense
Future perfect tense
Future  perfect continious tense
Past future tense
Past future continious tense
Past future perfect tense
Past future  perfect continious tense




V-1 (s/es ) (do/does )
Am/ is / are + v-ing
Have/has + v-3
Have/has + been+ v-ing
V-2 (did )
Was/were + v-ing
Had+ v-3
Had + been+ v-ing
Will/shall+ v-1
Will/shall + be +  v ing
Will/shall+ have  + v-3
Will/shall+ have+ been+ v-ing
Would/should +v-1
Would/should+ be +  v ing
Would/should+ have  + v-3
Would/should+ have+ been+v-ing

  
 16 Nominal sentences
No
Tenses
Patterns
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Present tense
Present continious tense
Present perfect tense
Present perfect continious tense
Past tense
Past continious tense
Past perfect tense
Past perfect continious tense
Future tense
Future continious tense
Future perfect tense
Future  perfect continious tense
Past future tense
Past future continious tense
Past future perfect tense
Past future  perfect continious tense


Am/ is / are + C
Am/ is / are + being+ C
Have/has + been+ C
Have/has + been+ Being + C
Was/were
Was/were + being+ C
Had+ been+ C
Had + been+ being+ C
Will/shall+ be+ C
Will/shall + be +  b ing+ C
Will/shall+ have  + Been+ C
Will/shall+ have+ been+ Being+ C
Would/should + be+ C
Would/should+ be + being+ C
Would/should+ have  + been+ C
Would/should+ have+ been+being+ C

»»  BACA SELENGKAPNYA.....

Example of Invitation Card


We would like to invite

Rifky Furtiansyah


To the 14th birthday party of our son Nur Hidayatulloh
On Saturday, 28 October at Dingo Party Hall at 7 p.m.

Please join us to fill our day with happiness and colour


A reply is requested to:
   Dingo Party Management,
      Dingo Office
      
»»  BACA SELENGKAPNYA.....

Selasa, 18 Oktober 2011

Pengertian dan Macam-Macam Sendi

Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian. Macam-macam sendi :

1.        Sendi Engsel.
  • Sendi yang dapat menekuk 90o atau lurus 180o.
  • Tempat         : Lengan
  • Menghubungkan tulang lengan atas dengan tulang pengumpil dan hasta.
2.        Sendi Peluru
  •  Sendi yang dapat bergerak ke segala arah.
  •  Tempat         : Pundak
  •  Menghubungkan tulang belikat dengan tulang lengan.
3.        Sendi Geser
  •  Sendi yang memungkinkan terjadinya gerak bergeser.
  •  Tempat         : Pergelangan tangan
  •  Menghubungkan tulang telapak tangan dengan tulang pengumpil dan hasta.
4.        Sendi Pelana
  •  Sendi yang memungkinkan terjadi gerak dua arah.
  •  Tempat         : Telapak Tangan
  •  Menghubungkan tulang jari-jari tangan dengan tulang telapak tangan.
5.        Sendi Putar.
  •  Sendi yang yang memungkinkan terjadinya gerakan memutar.
  •  Tempat         : Leher
  •  Menghubungkan tulang tengkorak dengan tulang leher.
6.        Sendi Mati.
  •  Sendi yang tidak dapat digerakkan karena terbentuk dari hubungan antar tulang.
  •  Tempat         : Ubun-ubun
  •  Menghubungkan tulang ubun-ubun dengan tulang dahi.
7.        Sendi Kaku.
  •  Sendi yang memungkinkan sedikit gerakan. (terbatas)
  •  Tempat         : Dada
  •  Menghubungkan ruas-ruas tulang rusuk dengan tulang dada.
8.        Sendi Luncur.
  •  Sendi yang dapat bergerak ke dua arah, seperti depan ke belakang, dan kiri ke kanan.
  •  Tempat         : Pergelangan tangan
  •  Menghubungkan tulang telapak tangan dengan tulang pengumpil dan hasta.


»»  BACA SELENGKAPNYA.....

Rabu, 05 Oktober 2011

Sistem Gerak Manusia

A. Sistem Gerak, terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak. Sistem gerak inilah yang memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak, jalan, dan berlari serta melakukan berbagai aktivitas lainnya.

B. Sistem Rangka
I. Guna rangka pada manusia adalah
1. memberi bentuk pada tubuh,
2. melindungi alat-alat tubuh yang lunak seperti paru-paru, hati, otak, dan jantung,
3. tempat melekatnya otot dan urat (alat gerak aktif),
4. untuk menguatkan atau mengokohkan tubuh, dan
5. tempat untuk membuat sel-sel darah merah (sumsum tulang belakang).

II. Rangka manusia terdiri atas:
1. Tengkorak
a. Tengkorak wajah (muka)
1) Tulang rahang atas,  jumlah 2 buah, tempat melekatnya gigi atas serta membatasi dinding rongga hidung.
2) Tulang rahang bawah, berbentuk huruf U, setiap ujungnya membentuk 2 cabang, tempat tertanamnya gigi bawah.
3) Tulang langit-langit, terdiri atas 2 buah tulang yang memisahkan rongga mulut dengan rongga hidung.
4) Tulang pipi,  terdiri atas 2 buah tulang, bergabung dengan tulang pelipis membentuk lengkung tulang pipi dan rongga mata dari bagian samping dan bawah.
5) Tulang pisau luku,  terdiri atas 2 buah tulang, merupakan bagian bawah dari sekat rongga hidung juga merupakan bagian dari tulang muka.

b. Tengkorak pelindung otak
1) Tulang pelipis
2) Tulang ubun-ubun
3) Tulang tapis
4) Tulang dahi
5) Tulang baji
6) Tulang belakang kepala

2. Tulang Badan
a) Tulang belakang, tersusun oleh lima jenis tulang, yaitu tulang leher, tulang punggung, tulang kelangkang, dan tulang ekor. Bentuk menyerupai huruf S, berfungsi menjaga keseimbangan badan. Tulang leher terdiri atas 7 ruas. Ruas pertama tulang leher disebut tulang atlas, sedangkan ruas kedua dari tulang leher disebut tulang pemutar. Tulang punggung sebanyak 12 ruas, tulang pinggang 5 ruas, tulang kelangkang 5 ruas, dan tulang ekor 4 ruas.





b) Tulang rusuk, terdiri atas:
1) Rusuk sejati, berjumlah 7 pasang, bagian belakang dari rusuk sejati melekat pada ruas-ruas tulang punggung dan bagian depan melekat pada tulang dada.
2) Rusuk palsu, berjumlah 3 pasang, berhubungan langsung dengan tulang belakang, bagian depan rusuk palsu melekat pada tulang rusuk di atasnya.
3) Rusuk melayang, pada bagian belakangnya melekat pada tulang punggung, sedangkan bagian depan melayang.

c) Tulang dada, terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian hulu, badan (terdiri atas tulang sejati), dan taju pedang (tersusun oleh tulang rawan). Bagian hulu merupakan tempat melekatnya tulang selangka, sedangkan bagian badan merupakan tempat melekatnya tujuh pasang tulang rusuk sejati.

d) Tulang bahu,  terdiri atas:
1) Tulang belikat, membentuk segitiga yang tipis, memiliki 2 tonjolan yang berbentuk mangkok sendi. Tonjolan yang satu disebut taju paruh gagak.
2) Tulang selangka, berbentuk huruf S, ujung satu melekat pada tulang dada, ujung yang lain melekat pada ujung bahu.




e) Tulang panggul,  terdiri atas tulang usus, tulang duduk, dan tulang kemaluan.

 





 3. Tulang Anggota Gerak
a) Tulang Lengan,  tersusun oleh:
1) Tulang lengan atas, membentuk sendi peluru dengan tulang belikat.
2) Tulang lengan bawah, membentuk sendi engsel dengan tulang hasta dan tulang pengumpil.
3) Tulang hasta yang membentuk tulang lengan bawah.
4) Tulang pangkal tangan yang merupakan rangka pergelangan tangan, berjumlah 8 buah.
5) Tulang tapak tangan berjumlah 5 buah.
6) Tulang ruas-ruas jari tangan sebanyak 14 buah, antara ruas satu dengan yang lain dihubungkan dengan sendi engsel sehingga bisa ditekuk dan digerak-gerakkan.


b) Tulang kaki, terdiri atas:
1) Tulang paha yang pada bagian atasnya membentuk seperti tombol dan membentuk sendi peluru dengan
tulang panggul.
2) Tulang kering, ukurannya besar dan kuat membentuk sendi engsel dengan tulang paha serta mempunyai
tonjolan pada ujung bagian bawahnya yang disebut dengan mata kaki dalam.
3) Tulang betis, terdapat di belakang tulang kering. Padabagian bawah tulang terdapat mata kaki luar. Tulang betis berfungsi sebagai tempat melekatnya otot kaki.
4) Tempurung lutut (patella) merupakan bagian dari tungkai.
5) Tulang pangkal kaki, berjumlah 7 buah, tulang terbesar berguna untuk tulang loncat dan tulang tumit.
6) Tulang tapak kaki, sebanyak 5 buah membentuk telapak kaki.
7) Ruas-ruas jari kaki, tersusun dari 14 ruas tulang.


III. Jenis-Jenis Tulang
a. Tulang keras,  tersusun atas campuran antara kalsium dan kolagen, Contoh tulang keras, yaitu tulang tengkorak, tulang tangan, dan tulang kaki
b. tulang rawan / kartilago,  tersusun dari selsel tulang rawan yang sifatnya kenyal dan lentur. Contoh tulang rawan adalah tulang hidung dan tulang telinga.

IV. Bentuk Tulang
a. Tulang Pipa, memiliki bentuk pipa, memiliki bentuk memanjang dan tengahnya berlubang. Contohnya adalah tulang paha, tulang betis, dan tulang lengan.
b. Tulang Pendek, berbentuk pendek. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. Meskipun tulang ini pendek, tulang ini mampu menahan beban yang cukup berat. Contohnya adalah tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan telapak kaki.
c. Tulang Pipih, bentuk pipih seperti pelat. Contoh dari tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.
d. Tulang tidak Beraturan, tulang jenis ini merupakan gabungan dari berbagai bentuk tulang. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang yang terdapat pada ruas-ruas tulang belakang.
»»  BACA SELENGKAPNYA.....

Senin, 26 September 2011

Cerita Cekak

TIMUN EMAS

Kacarita, Mbok Randha Dhadhapan duwe anak pupon wedok, jenenge Timun Emas. Ing Desa Dhadhapan mau ana Buta Ijo irunge dawa, mula ya diarani Buta Irungdawa. Gunemane bindheng. Buta Irungdawa mau pengin banget mangan Timun Emas. Bareng kepergok kandha, “Imung Emah, Imung Emah, owe anuta ae, alep takangan.” Timun Emas mangsuli, “Buta Ijo, aku gelem kopangan, ning aku pekna pelem dhisik.”
“Iya, sing endi takeneke.”
“Kae lho.”
Buta Ijo banjur menek wit pelem sedhela-sedhela takon, “Imung Emah, sing endi?”
“Kae lho, dhuwure maneh.”
“Sing iki Imung Emah.”
“Dudu, munggaha maneh.”
Suwe-suwe olehe menek Buta Ijo tekan pencit. Timun Emas nuduhake pelem sing cedhak susuh ngarang. Bareng pelem disendhal, ngangrange ngebruki raine Buta Ijo kabeh. Irunge dikeroyok ngangrang.
Buta Ijo sambat-sambat, “Adhuh biyung, lalane ola kaluwan. Imung Emah apusi.”
Timun Emas mlayu mulih nyritakake kedadean mau marang embokne. Mbok Randha kandha, “Ngger, enake kowe mlayu bae. Ora wurung kowe mesthi bakal diuber-uber Buta Ijo. Enya, iki dakgawani tebu, uyah karo trasi. Yen kowe mengko dioyak, tebu iki buwangen, mengko rak banjur dadi alas tebu. Buta Ijo mesthi njur ketunkul mangan tebu, lali kowe. Lha, kowe terus mlayu. Yen Buta Ijo nututi maneh, uyah sebaren, mengko rak dadi banyu kimplah-kimplah. Sing keri dhewe trasi iki. Samangsa Buta Ijo cedhak kowe, trasi iki uncalna menyang ngarepe, mengko rak dadi embel. Wis ndang budhala, selak dioyak Buta Ijo. Ora liwat aku mung dongakake slamet.”
Timun Emas pamitan marang Mbok Randha, banjur budhal gegancangan. Buta Ijo nututi. Ora suwe Timun Emas wis katon. Buta Ijo celuk-celuk, “Imung Emah, mandheka, takangan!”
Meh bae ketututan, nanging Timun Emas enggal-enggal nguncalake tebune. Jleg, sanalika dadi alas tebu sing gedhe lan amba banget. Buta Ijo weruh tebu pirang-pirang, banjur dipangan nganti entek kabeh. Bareng wis entek, Buta Ijo kelingan burone. Timun Emas banjur ditututi maneh. Bareng wis cedhak, Buta Ijo celuk-celuk Timun Emas, “Imung Emah, Imung Emah, mandheka dhisik, takangan!” Timun Emas nyebar uyahe, sanalika dadi bengawan kang gedhe banget. Buta Ijo olehe nyabrang rekasa banget, nanging suwe-suwe ya tekan pinggir, banjur nututi Timun Emas. Bareng wis cedhak, Timun Emas ora sranta banjur nguncalake trasine. Sanalika dadi embel kang jembar banget. Buta Ijo nekad nrajang embel mau. Rekasa banget, lakune kepetel-petel, saya suwe saya ambles. Buta Ijo ora bisa obah, ora bisa polah, wekasa mati katutupan embel.
Timun Emas nerusake lakune. Wusanane tekan ing Jenggala, kapethuk karo Raden Putra. Bungahe ora karuwa, awit Timun Emas iku satemene garwane Raden Putra. Mbok Randha banjur ditimbali menyang Jemnggala, diparingi omah, sandhangan lan liya-liyane.
»»  BACA SELENGKAPNYA.....

Selasa, 20 September 2011

Permasalahan Kuantitas Penduduk KD 1.4


Jumlah penduduk yang besar berdampak langsung terhadap pembangunan berupa tersedianya tenaga kerja yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan. Akan tetapi kuantitas penduduk tersebut juga memicu munculnya permasalahan yang berdampak terhadap pembangunan. Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya:

  1. Pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan kemampuan produksi menyebabkan tingginya beban pembangunan berkaitan dengan penyediaan pangan, sandang, dan papan.
  2. Kepadatan penduduk yang tidak merata menyebabkan pembangunan hanya terpusat pada daerah-daerah tertentu yang padat penduduknya saja. Hal ini menyebabkan hasil pembangunan tidak bisa dinikmati secara merata, sehingga menimbulkan kesenjangan sosial antara daerah yang padat dan daerah yang jarang penduduknya.
  3. Tingginya angka urbanisasi menyebabkan munculnya kawasan kumuh di kota-kota besar, sehingga menimbulkan kesenjangan sosial antara kelompok kaya dan kelompok miskin kota.
  4. Pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan volume pekerjaan menyebabkan terjadinya pengangguran yang berdampak pada kerawanan sosial.
Permasalahan Kualitas Penduduk dan Dampaknya terhadap Pembangunan

Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kualitas penduduk dan dampaknya terhadap pembangunan adalah sebagai berikut:

1.  Masalah tingkat pendidikan

Keadaan penduduk di negara-negara yang sedang berkembang tingkat pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara maju, demikian juga dengan tingkat pendidikan penduduk Indonesia. Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia disebabkan oleh:
  1. Tingkat kesadaran masyarakat untuk bersekolah rendah.
  2. Besarnya anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
  3. Pendapatan perkapita penduduk di Indonesia rendah.
Dampak yang ditimbulkan dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap pembangunan adalah:
  1. Rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
  2. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal ini nampak dengan ketidakmampuan masyarakat merawat hasil pembangunan secara benar, sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena ketidakmampuan masyarakat memperlakukan secara tepat. Kenyataan seperti ini apabila terus dibiarkan akan menghambat jalannya pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil beberapa kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan masyarakat.
Usaha-usaha tersebut di antaranya:
  • Pencanangan wajib belajar 9 tahun.
  • Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP Terbuka dan Universitas Terbuka.
  • Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain).
  • Meningkatkan mutu guru melalui penataran-penataran.
  • Menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman.
  • Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
  • Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.
2.  Masalah kesehatan

Tingkat kesehatan suatu negara umumnya dilihat dari besar kecilnya angka kematian, karena kematian erat kaitannya dengan kualitas kesehatan.
Kualitas kesehatan yang rendah umumnya disebabkan:
  1. Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
  2. Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  3. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
  4. Gizi yang rendah.
  5. Penyakit menular.
  6. Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan terhadap pembangunan adalah terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia. Selain itu, jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja, hasilnya pun akan tidak optimal.
Untuk menanggulangi masalah kesehatan ini, pemerintah mengambil beberapa tindakan untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat, sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan. Upaya-upaya tersebut di antarnya:
  1. Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.
  2. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
  3. Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.
  4. Membangun sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
  5. Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
  6. Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.
3.  Masalah tingkat penghasilan/pendapatan

Tingkat penghasilan/pendapatan suatu negara biasanya diukur dari pendapatan per kapita, yaitu jumlah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara.
Negara-negara berkembang umumnya mempunyai pendapatan per kapita rendah, hal ini disebabkan oleh:
  1. Pendidikan masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, dan lain-lain.
  2. Jumlah penduduk banyak.
  3. Besarnya angka ketergantungan.
Berdasarkan pendapatan per kapitanya, negara digolongkan menjadi 3, yaitu:
  1. Negara kaya, pendapatan per kapitanya > US$ 1.000.
  2. Negara sedang, pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
  3. Negara miskin, pendapatan per kapitanya < US$ 300.
Adapun dampak rendahnya tingkat pendapatan penduduk terhadap pembangunan adalah:
  1. Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang baik.
  2. Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat (kesejahteraan masyarakat), sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan pemerintah melakukan upaya dalam bentuk:
  1. Menekan laju pertumbuhan penduduk.
  2. Merangsang kemauan berwiraswasta.
  3. Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi.
  4. Memperluas kesempatan kerja.
  5. Meningkatkan GNP dengan cara meningkatkan barang dan jas


»»  BACA SELENGKAPNYA.....

Kamis, 15 September 2011

Sejarah Lahirnya Pancasila

        
      Pada tanggal 28 Mei, dibentuklah suatu badan yang bernama Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia. sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Pada sidang pertama itu, banyak anggota yang berbicara, dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno, yang masing-masing mengusulkan calon dasar negara untuk Indonesia merdeka.

Usulan Muhammad Yamin secara lisan :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan  / perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengajukan usul mengenai calon dasar negara yang terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila. Lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu:
1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan

Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.

Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu:

1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasjim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A. Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta

     Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu:

1. Ir. Soekarno
2. Drs. Muh. Hatta
3. Mr. A.A. Maramis
4. K.H. Wachid Hasyim
5. Abdul Kahar Muzakkir
6. Abikusno Tjokrosujoso
7. H. Agus Salim
8. Mr. Ahmad Subardjo
9. Mr. Muh. Yamin

      Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta”.
      Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya.
      Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Muh. Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.
      Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” di belakang kata Ketuhanan dan diganti dengan “Yang Maha Esa”.
»»  BACA SELENGKAPNYA.....

Post Card


Dear Budi,

I’m in Jakarta  to see the football match of Persija versus Sriwijaya FC.
Most people in Jakarta are the Persija’s supporters or The Jak Mania. I saw some football player were stretching before playing  the match in GBK Stadium. Kick off was started by Bambang Pamungkas.  He scored the first goal. The second goal was scored by M. Ilham. After the break, Oktavianus Maniani scored the first goal of Sriwijaya FC. The Final score was 2-1 for Persija. After those match, I went back to hotel with my friends. I was so sorry you’re not with us.
See you soon.

Your Friend,

Jackie
»»  BACA SELENGKAPNYA.....